Ericsson percepat proses penawaran B2B dan uji peran agen AI
Ericsson menyatakan proses penawaran B2B yang dulu bisa lebih dari dua minggu kini banyak selesai dalam menit atau detik lewat digitalisasi SAP Commerce Cloud. Perusahaan juga sedang mengevaluasi agen AI untuk membantu penyusunan penawaran dengan pengawasan manusia.
Apa yang diumumkan
- Ericsson beroperasi di lebih dari 190 negara dan menangani relasi komersial yang kompleks.
- Sebelumnya, pembuatan penawaran pada beberapa kasus bisa memakan waktu lebih dari dua minggu.
- Ericsson menggunakan SAP Commerce Cloud untuk menghadirkan kanal swalayan bagi pelanggan, termasuk akses produk sesuai kontrak, pembuatan penawaran, dan pemesanan.
- Menurut perusahaan, banyak permintaan yang kini dapat diselesaikan dalam menit atau detik.
- Ericsson sedang mengevaluasi agen AI untuk menganalisis permintaan pelanggan, menemukan informasi kontrak relevan, dan menyiapkan usulan penawaran untuk ditinjau manusia.
Perspektif untuk perusahaan di Indonesia
Interpretasi berikut merupakan pertimbangan awal, bukan fakta tambahan dari pengumuman sumber.
Bagi perusahaan Indonesia dengan proses B2B kompleks, pendekatan serupa mungkin dapat memangkas pekerjaan administratif dan mempercepat respons penjualan jika data kontrak, katalog, dan alur persetujuan sudah terdigitalisasi dengan baik.
Namun, nilai bisnisnya kemungkinan tetap bergantung pada kualitas data, kontrol persetujuan, dan kejelasan peran manusia. Karena Ericsson masih pada tahap evaluasi agen AI, organisasi lain sebaiknya menguji risiko akurasi dan tata kelola sebelum penerapan lebih luas.
Pertanyaan sebelum menerapkan
- Apakah data kontrak, harga, dan hak pelanggan kita sudah cukup terstruktur untuk otomasi penawaran?
- Kontrol manusia dan audit apa yang diperlukan sebelum agen AI boleh menyiapkan draft penawaran?